Fitur Animasi

KONSEP DASAR LINGKUNGAN HIDUP 2

                                               KONSEP DASAR LINGKUNGAN HIDUP

 

Ekosistem terbentuk karena adanya interaksi antar organisme dalam ekosistem serta interaksi dengan komponen abiotik disekitarnya. Adanya interaksi ini yang  memungkinkan keseimbangan ekosistem dapat terjadi. Apabila telah tercapai keseimbangan ekosistem atau disebut juga kondisi homeostatis tercapai, maka sedikit perubahan tidak akan berakibat fatal pada kelangsungan hidup organisme dalam ekosistem. Berikut adalah penjelasan mengenai interaksi dalam ekosistem :

 

Interaksi Antar Komponen Ekosistem

1. Interaksi Antar Komponen Abiotik

Komponen abiotik dalam suatu ekosistem akan mempengaruhi komponen abiotik yang lain. Interaksi ini membentuk hubungan timbal balik. Contohnya antara lain:

· Intensitas cahaya yang makin tinggi akan menyebabkan penguapan air meningkat

· Peningkatan suhu Bumi secara global menyebabkan es di kutub mencair dan volume lautan meningkat

· Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah lebih lembek dan mudah digali

2. Interaksi Komponen Biotik dan Abiotik

Kebutuhan makhluk hidup dapat dipenuhi dengan bantuan dan dukungan dari lingkungan disekitarnya. Sebaliknya, keberadaan komponen biotik juga mempengaruhi kondisi lingkungan atau komponen abiotik. Beberapa contoh dari interaksi ini adalah:

· Cahaya matahari dibutuhkan untuk terjadinya proses fotosintesis pada tumbuhan. Akibat kekurangan cahaya pada tumbuhan akan membuat tumbuhan layu dan mati.

· Tumbuhan membutuhkan karbondioksida untuk berfotosintesis. Sebaliknya tumbuhan berperan menjaga kestabilan komposisi udara agar dapat mendukung kehidupan organisme lainnya.

Kondisi komponen abiotik sangat bergantung pada komponen biotik, terutama kegiatan manusia. Oleh karena itu sebaiknya manusia mulai menyadari bahaya tidak melestarikan lingkungan hidup. Sehingga kondisi homeostasis dalam ekosistem ini tidak terganggu.

3. Interaksi Antar Komponen Biotik

a. Predasi dan herbivori- Predasi adalah hubungan antara predator dan mangsanya. Misalnya hubungan hewan mamalia singa (predator) dengan rusa (mangsa). sedangkan herbivori merujuk pada interaksi antara herbivora dan tumbuhan.

b. Kompetisi – hubungan yang terjadi dalam bentuk persaingan. Kompetisi intraspesifik merupakan persaingan antar komponen biotik sama jenis, sedangkan kompetisi interspesifik merupakan persaingan antar komponen biotik beda spesies.

c. Netral – hubungan antara populasi dalam satu daerah dan masing masing populasi tidak saling mengganggu. Contohnya adalah populasi belalang dan cacing di ekosistem sawah.

d. Alelopati- hubungan komponen biotik dimana suatu organisme memproduksi dan mengeluarkan suatu senyawa biomolekul (disebut alelokimia) ke lingkungan dan senyawa tersebut memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan organisme lain di sekitarnya.

e. Simbiosis – interaksi antara dua individu berbeda jenis yang saling hidup bersama. Simbiosis dapat dibedakan kembali menjadi:

ü simbiosis mutualisme – hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya adalah simbiosis mutualisme antara organisme uniseluler golongan algae, zooxanthellae, dan karang. Tidak semua karang bersimbiosis dengan algae ini. Jenis jenis terumbu karang yang bersimbiosis dapat dibaca lebih jelas pada artikel sebelumnya.

ü simbiosis komensalisme – hubungan yang menguntungkan satu pihak namun tidak merugikan pihak lain. Misalnya tumbuhan anggrek yang tumbuh di cabang pohon untuk mendapatkan sinar matahari. Bunga anggrek diuntungkan karena mendapatkan sinar matahari yang optimal, sedangkan pohon yang ditumpangi tidak dirugikan.

ü simbiosis parasitisme – hubungan yang menguntungkan salah satu pihak, sedangkan yang lain dirugikan. Misalnya adalah benalu yang tumbuh di batang pohon.

 

Komentar

Postingan Populer